by

Aka Bonanza Bilang Pemuda Itu Agen of Change Bukan Agent of Cicingeun

TASIKMALAYA- Generasi milineal Idrisiyyah yang tergabung dalam dari Forum Komunikasi Mahasiswa Idrisiyyah (FKMI), Gerakan Pemuda Sufis (GP Sufis) dan Badan Eksekutif Mahasantri ( BEM ) Ma’had Aly Idrisiyyah menyelenggarakan Halaqoh Politik dengan tema Pemuda Cerdas Berdemokrasi,Selasa 24 Maret 2020. Acara yang digelar terbatas itu karena untuk mengantisipasi penyebaran virus corona digelar di RM Saung Panyawah Cidahu Cisayong Kabupaten Tasikmalaya

Tampil sebagai narasumber Ketua Kopontren Idrisiyyah, sekalgus Ketua Penggerak Lingkungan Raksa Lembur Ahmad Tazakka Bonanza dan Dosen IAIC Asep Majdi Tamam, M.Ag. Halaqoh yang berlangsung menarik itu membahas seputar pentingnya peran pemuda dalam perpolitikan. Seperti yang dikemukakan Kang AKA.

Menurut dia, Pemuda itu agen of change bukan agent of cicingeun. Oleh karena itu sudah saatnya pemuda memperbanyak diskusi supaya menambah wawasan dan skill komunikasi , membangun mental serta mampu menyampaikan pendapatnya, pentingnya menjalin silaturahim lintas organisasi dan pemuda harus peduli terhadap lingkungan yang ada disekitar.

“Kita baru menyelesaikan kegiatan penting dimana peran pemuda atau generasi milineal sangat mementukan arah bangsa ini ke depan. Apalagi populasi pemuda mencapai 35-40 persen. Olhe karena itu saya mengajak pemuda untuk terlibat dalam mementukan arah bangsa ini dengan menabur kebaikan demi bangsa dan negara khususnya Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.

Sementara itu Asep Majdi Tamam, M.Ag, menyoroti mirisnya kondisi perpolitikan di Indonesia. Dimana hanya politisi yang punya modal logistik dan popularitas saja yang dipilih. Padahal untuk menjadi pemimpin sebuah daerah dibutuhkan pemimpin yang bukan sebatas politisi yang yang berbekal popularitas dan dan logistik.

“Saat ini dibutuhkan politisi yang mempunyai dedikasi tinggi untuk memajukan daerahnya,” tandasnya.

Ketua Pelaksana kegiatan Andri Abdul Aziz menambahkan Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturhaim, mengembangkan potensi dan menambah wawasan politik kaum milenial. khususnya para kader Idrisiyyah.

Menurut Andri acara ini tidak banyak di ikuti oleh peserta yang langsung hadir di tempat acara karena kita juga membatasi, hanya perwakilan penguru organisasi pemuda idrisiyyah yang langsung hadir dilokasi namun yang lainnya mengikuti melalui live streaming FB, Youtube dari pantauan tim IT kurang lebih ada 100 orang yang mengikuti live streaming di FB. (sy)

Comment

News Feed