by

Keunikan di Pilkada Tasik 2020 Dinamis,  Tak Ada Lagi Kotak Kosong

Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 akan berlangsung menarik dan dinamis. Jika pada Pilkada 2015, pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto hanya melawan kotak kosong lantaran tak adanya kandidat lain, kondisi serupa dipastikan tak terjadi pada 2020.

Nama-nama kandidat calon bupati mulai bermunculan seiring pergeseran kekuatan politik di Kabupaten Tasikmalaya.

Sejumlah kandidat mulai mencul menjelang tahun politik di Kabupaten Tasikmalaya. Selain Ade Sugianto sebagai calon petahana, nama lain juga menyeruak seperti Lina Ruzhanul Ulum (istri Wagub Uu Ruzhanul Ulum), Iwan Saputra (ASN/Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya), Cecep Nurul Yakin (PPP), Cep Zam Zam Dzulfikar Nur (birokrat/ASN Kabupaten Tasikmalaya), Deni Rusyniadi (pegiat lingkungan).

Pada Pemilu 2019, PPP yang memiliki tradisi menguasai kursi terbanyak di DPRD, raihan suaranya justru jeblok. Hal berbeda dialami Gerindra dan PKB yang perolehan suaranya naik.

Dalam data hasil penetapan 50 anggota DPRD terpilih oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya, Gerindra meraih 9 kursi dan PKB 8 kursi. Golkar dan PPP mendapat masing-masing 7 kursi, PDIP meraih 6 kursi.

Perubahan peta dan kekuatan politik berimbas pada konstelasi Pilkada. Apalagi, tak satu pun partai meraih 10 kursi yang menjadi persyaratan bisa mengusung calonnya sendiri.

Dengan demikian, partai akan saling menjajaki koalisi. Namun, hingga kini mesin-mesin partai belum sepenuhnya panas. Koalisi masih cair lantaran masing-masing partai masih mengukur kekuatan, konsolidasi internal, dan bersilaturahmi awal dengan kekuatan politik lain.

PKB terbuka

Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Haris Sanjaya mengatakan, seluruh partai akan berkoalisi karena tak mampung mengusung kandidatnya sendiri.

dia meyakini, Pilkada 2020 berlangsung lebih dinamis karena jumlah kursi perolehan partai tak terlalu berjauhan.

‎Terkait calon yang bakal diusung PKB, Haris masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan teknis tahapan pencalonan kepala daerah dari DPP/PKB pusat.

Bila masih merujuk petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tenis Pilkada lima tahun lalu, Haris menyebut akan ada rekrutmen terbuka kandidat dari kader internal dan tokoh masyarakat.  “Ini konsekuensi PKB sebagai partai terbuka,” ucap Haris beberapa waktu lalu.

Penjaringan dilakukan demi mendapatkan calon yang laik diusung. Meski belum mendapat arah DPP PKB, Haris telah menjalin komunikasi dengan seluruh partai lain. Namun, dia tak membeberkan nama-nama partai yang tengah dijajaki tersebut. Demikian pula dengan nama kandidat yang tengah dielus partai.

“Calon, kalau masuk radar, ada tetapi tetap harus dibingkai mekanisme,” ucapnya.

Para kandidat itu dipastikan mesti lolos dulu dalam mekanisme rekrutmen PKB.

Petahana bicara

Hal senada dilontarkan Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto. Ade Sugianto yang kini menjabat bupati itu menyatakan partainya membuka seleksi terbuka bagi masyarakat yang ingin mencalonkan diri sebagai bupati.

“Silahkan rekan-rekan yang memiliki kesempatan atau niat baik bersama-sama untuk membangun Tasikmalaya, daftar di PDP,” ucapnya di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Senin 2 September 2019.‎

Jika maju kembali, Ade Sugianto bakal mendaftar dalam seleksi tersebut. Kandidat yang lolos akan disekolahkan oleh DPP PDIP. Mengenai mitra koalisi, Ade Sugianto belum menggandeng partai lain.

Ade Sugianto tak mematok syarat khusus dalam membangun koalisi dengan partai lain. “Yang penting punya niat yang baik demi rakyat,” ujarnya.

Bagi Ade Sugianto, partai-partai adalah jembatan bagi pemimpin untuk berkiprah demi masyarakat. Mengenai kesiapannya maju lagi sebagai kandidat bupati, Ade Sugianto meminta doa.

“Mudah-mudahan, doanya, kita berupaya, berusaha, kipayah, Allah yang menentukan,” ucap Ade Sugianto.

Ia mengaku masih fokus bekerja sebagai bupati.

Gerindra belum fokus

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Cecep Ruhimat belum fokus terkait pencalonan bupati dari partainya. Cecep masih melakukan konsolidasi internal selepas Pemilu 2019. ‎

“Selesai konsolidasi, banyak sekali PR (pekerjaan rumah)-nya,” ujarnya.

Kata Cecep, partai bakal mencari kandidat dari kader terbaiknya. Dia tak menampik Gerindra bisa membangun koalisi dengan kekuatan politik lain. Bahkan silaturahmi nonformal telah dilakukan partai tersebut. “Ya begitu, ngobrol-ngobrol, belum ada yang serius,” ujarnya.

Mengenai rencana membuat seleksi terbuka atau konvensi, Cecep manyatakan semua opsi itu bisa dipilih dalam mencari kandidat bupati yang terbaik.***

—————

Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01321706/pilkada-kabupaten-tasikmalaya-2020-dinamis-tak-ada-lagi-kotak-kosong

Comment

News Feed